Tampilkan postingan dengan label Trip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trip. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Oktober 2012

memosting tulisan lama #2


Darah-darah

Darah-darah dimana-mana
Dulu, dan membekas sampai sekarang
Tumpah di pinggir jalan, di hutan
Tumpah di gereja, di rumah-rumah

Darah-darah dimana-mana
Merah entah karena darah siapa
Sungai merah pekat mengalir
Jiwa-jiwa semakin getir

Darah-darah... Darah-darah...
Disiksa sampai belur
Ditembak sampai tersungkur
Darah-darah dimana-mana

Darah-darah mereka yang memperjuangkan kebebasannya
Darah-darah mereka yang menginginkan kemerdekaan bangsa
Darah-darah mereka yang hanya ingin hidup nyaman
Untuk sekedar menyambung nyawa dan makan

Darah-darah mereka dulu ada disini
Di setiap ruas bumi kelahiran ini

--Dili, 11 Februari 2011--

Senin, 01 Oktober 2012

Tasikmalaya


Akhir pekan lagi, kota baru lagi. Tasikmalaya, kota yang dingin dikala malam dan kering juga panas dikala siang.

Pertama kali menapak di bumi Tasikmalaya dari bus malam, sejuk mulai menyapa. Untung saja sebelum berangkat, adik laki-lakiku mengingatkan untuk membawa pakaian hangat. Sejuk udara pegunungan gunung Galunggung, langsung membuat nyaman perjalanan di kota ini.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 4 pagi. Cari masjid dulu, cari air biar segar lalu mari ngopi. Makan buah bekal yang dibawa dari jogja sambil ngopi di pagi hari menunggu sang surya terbit. Pagi yang santai. Ah, nikmat sekali... jarang bisa menikmati pagi.

Pagi di Tasikmalaya, tanpa sebatang rokok. Semoga bisa berhenti.

Bertemu teman-teman baru lagi, belajar kultur baru lagi. Tasikmalaya, kota ini penuh dengan mahasiswi cantik, ”tempat yang cocok untuk cuci mata sahabat-sahabat dan kawan-kawan laki-laki,” begitu kata seorang teman. Dasar. Tapi ya tak apalah, kasihan juga kawan saya, tidak sempat galau-galau melankolis karena waktunya habis untuk galau-galau revolusionar dan galau-galau kerja.

Malam minggu di kota ini cukup sepi. Gank Motor beroperasi. Ada yang mati karena warga lupa diri menghajar habis salah satu kru gank ini. Ada yang ditekan karena gank ini juga suka melakukan tindakkan yang merugikan orang lain. Malam minggu, ngopi lagi. Tanpa rokok satu batang pun.

Semoga di kota ini, benih-benih kesadaran dan kepedulian tumbuh dan berkembang... Jangan mati...

Untuk kawan-kawan, kita berjuang dengan cara yang berbeda-beda karena memang tidak satu budaya kita... jalankan saja kapasitas masing-masing. Kekacauan dan kesusahan bukanlah takdir, karena takdir hanya lahir dan mati.

Sabtu, 09 Juni 2012

Long way 'off road'

Well, today, another trip to Hidden Temple in Yogyakarta and Prambanan Temple of Hinduism and Buddha. I think I learn a lot about religion in Javanese perspective. The mixture of big religions which come from another country and the local belief that is animism-dynamism (worship spirits in nature things and worship ancestors). I think it is good to keep our culture if it is good for ourselves.

Before I go deeper to what I'm learning, I want to tell you about the way on the trip. We passed the alternative road, not the main road. Why? Actually, it is more challenging, the road is not smooth, it is an off road way. The road is sandy and rocky, and it is a winding road with the raving in one side. But, the advantage is we can see beautiful scenery such as rice fields, mountain and hills, plantation, villages, and many more. Another advantage is we can see how Hinduism and Buddhism spread in Yogyakarta, because we will see some small and bigger temples from higher place. Wonderful: it's the word to say about the view. :D