Rabu, 26 September 2012

Belum Mati

Sudah lama ku bunuh matahari
yang cahayanya paling berani,
sudah lama ku lupa rasa yang meluap
hingga jantung tak mampu mengatup

Mati. Belum. Hanya Ku pagari.
Ku ikat dengan kencang
ku simpan di ruang terdalam.

Berani kumatikan
terlalu banyak logika berperang
Beraniku takut terang
terlalu lama tak melihat cahaya

Mati. Belum. Hanya ku pagari.

Lalu apakah hidup hanya untuk mengorbankan
Kebahagiaan sendiri untuk orang lain?

Sementara disini,
rasa itu terkekang, belum mati.

Dingin dan beku,
sedingin angin pagi di puncak-puncak gungung tertinggi
Tertutup awan tebal
Sinar terhalang pohon menjulang tinggi.

Mati. Belum. Hanya ku pagari.

Entah kapan aku berani mendobrak
pintu beku di sudut ruang
tempat memorimu terkekang.
Selalu ada kamar di ruang rindu
yang haus bayang sinar matamu.

Ruang...
Kusimpan dalam-dalam...
Untuk kamu...


Yogyakarta, 25 September 2012
Sambil terkantuk di ruang kuliah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar